mangrovepenyerahan pohon mangrove dari dirkeu PT Phapros, Sutiyono SE kepada Dan Lanumad A. Yani kol CPN Catur Puji Santoso.

Hari ini kita semua akan menyanyangi bumi, karena pada hari ini kita akan melakukan penanaman pohon, kata sambutan Kol CPN Catur Puji Santoso DanLanud Ahmad Yani dalam apel paginya di pantai Maron. Dengan 1 pohon yang kita tanam, akan memberikan arti bagi kehidupan biota, baik ulat, cacing atau apapun, sehingga nantinyanya bisa memperbaiki tatanan ekosistem yang ada, dengan perbaikan ekosistem yang ada akan berdampak kepada biota laut, terutama biota hutan bakau. Bumi ini sudah tidak seperti dulu, sekarang ini sudah tidak bisa menentukan jam dengan patokan sinar matahari, karena bentuk bumi sudah berubah, imbuhnya.

Komitmen PT.Phapros dalam program pemerintah mengenai Go Green, akan terus menerus melakukan kerjasama kepada semua pihak, tidak terkecuali dengan penerbad seperti sekarang, untuk ke 3 kalinya PT Phapros melakukan penanaman Mangrove di pantai Maron.Dan PT Phapros akan mengupayakan paguyuban perusahan yang berada di Simongan bisa saling mendukung dalam program penanaman pohon mangrove di Pantai Maron, sambutan direktur keuangan PT Phapros, Sutiono SE dalam penyerahan 20.000 pohon Mangrove.

penyerahan tong sampah

PT Phapros selain menyerahkan 20.000 pohon Mangrove, menghibahkan tong sampah kepada Penerbad dan Kec Semarang Barat.

Semoga kita semua semakin disayang Tuhan karena telah merawat Bumi yang indah ini. Amin

Dirkeu Phapros, Sutiyono SE membuka acara pelatihan.

SEMARANG- PT Phapros Tbk berencana menggandeng BUMN lain untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Jateng melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL melalui pinjaman kredit lunak dengan bunga 6 persen per tahun tersebut dinilai akan lebih mendukung eksistensi UKM bila dikelola secara bersinergi.

Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan PT Phapros Tbk yang juga penanggungjawab PKBL Sutiyono SE di sela-sela penyaluran dana kemitraan dan pelatihan manajemen keuangan bagi mitra binaan di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (24/12).

Motivator Rini Juni Astuti,SE, M.Si dengan peserta pelatihan

”Kami yakin bersinergi dengan BUMN lain yang juga memiliki alokasi dana PKBL, khususnya untuk permodalan UKM ini akan sangat menunjang bagi makin majunya UKM di Jateng ini,” jelasnya.

Namun demikian, Sutiyono menggarisbawahi, rencana ini akan dilakukan apabila pengelolaan dana PKBL maupun pembinaan bagi para mitra UKM di Phapros sudah berjalan baik. Dalam setahun terakhir, PT Phapros masih terus melakukan pembenahan dan mencari formula terbaik untuk pengembangan UKM. Selain itu, pihaknya akan terus memaksimalkan dana pinjaman bergulir ini termasuk pengembaliannya.

”Jadi, tidak sekadar memberikan pinjaman, tapi lebih dari itu, ada semacam pendampingan yang intens,” jelasnya.

Tahun depan, lanjut dia, beberapa program yang akan dilakukan selain menambah jumlah penyaluran pinjaman, adalah meningkatkan kualitas debitor dengan memberikan pelatihan melalui seminar-seminar. Pelatihan meliputi soal motivasi usaha, pembukuan secara sederhana dan mengikutkan ke pameran-pameran berskala lokal maupun nasional.

”Rencananya tahun depan dana PKBL untuk mitra binaan ini sekitar Rp 3,5 miliar,” jelasnya. Sepanjang 2011, perusahaan farmasi yang berproduksi di Jl Simongan Semarang ini telah menyalurkan pinjaman lunak Rp 3 miliar bagi ratusan UKM.(G2-77)

Sumber : Suara Merdeka.

Direktur Keuangan Phapros (paling kiri) menyaksikan penyerahan dana hibah Rp.108.000.000 oleh Lurah Ngemplak kepada kelompok usaha masyarakat mandiri

Pengarusutamaan gender dalam pembagunan ekonomi merupakan salah satu sektor lain dalam pencapaian MDGs dengan meningkatkan peran perempuan dalam pertanian dan usaha ekonomi kecil, pemberdayaan Ibu rumah tangga dalam pendapatan rumah tangga secara otomatis akan mendongkrat status gizi masyarakat.
Dengan menggandeng PKPU Semarang, PKBL Phapros melakukan survey wilayah Kelurahan Ngemplak Simongan, Kelurahan Bongsari, Kelurahan Gisikdrono dan Kelurahan Mayaran kec. Semarang Barat. Lingkungan Phapros diwilayah tersebut. Dengan mengetahui kondisi wilayah yang disurvey akan kebutuhan masyarakat, akhirnya dilanjut dengan survey calon penerima program untuk mengetahui kondisi calon anggota dan kesiapan menerima program.Akhirnya terbentuk profil calon sebanyak 4 kelompok, masing-2 kelompok 10 orang.
Tanggal 20 Desember 2011 program pemberdayaan ekonomi dilaunching di gedung Dekopinwil, jl. Pamularsi 68 Semarang, Dihibahkan Rp.108.000.000,- oleh Phapros kepada kelompok usaha masyarakat mandiri dan juga  akan dilakukan pendampingan selama 1 tahun oleh PKPU dan Phapros.
Bapak Titis selaku wakil dari Kec. Semarang Barat mengatakan bahwa kantong kemiskinan didaerah Semarang yang terbanyak adalah Semarang Barat, dengan program CSR Phapros sedikit banyak membantu program wali kota Semarang dengan GARDU KEMPLING program percepatan penanggulangan kemiskinan kota Semarang, seperti halnya sambutan kepala Cabang PKPU semarang bapak Haryono, program ini sesuai dengan program pemda.
Jika ibu-ibu calon penerima program bisa lebih maju lagi, PKBL Phapros siap memberikan dukungan permodalan, pelatihan dan pameran lebih besar lagi tambahan dari Bapak Sutiyono selaku Direktur Keuangan Phapros.
Sekali tepuk 3 program yang didapat oleh phapros dalam program ini, Untuk pemenuhan pencapaian Proper hijau dengan pemberdayaan masyarakat, MoU dengan Dinkes RI yang sudah ditanda tangani dengan menteri Kesehatan dan komitmen dukungan program Gardu Kempling kota Semarang.

penyerahan cemara udang oleh pembina PKBL Phapros kepada Masyarakat Imorenggo, Kulon Progo, Jogyakarta

Pantai Trisik, tepatnya desa Imorenggo,Kulon Progo, Jogyakarta memperingati hari jadi desanya dengan mengadakan sedekah laut yang dilakukan dibalai pertemuan desa. Desa Imorenggo adalah desa binaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) khususnya Fakultas Ekonomi, Imorenggo adalah desa trans dimana penduduknya adalah asal dari sekitar Yogyakarta sendiri, desa itu boleh dikata beberapa tahun belakangan ini belum tersentuh oleh perencanaan pemerintah setempat, makanya dijadikan oleh UMY sebagai desa binaan. Dengan pemberdayaan ekonomi dengan pendampingan oleh para mahasiswa fakultas ekonomi UMY.

Dengan adanya MoU UMY dengan PKBL Phapros, bina lingkungan phapros ikut berkomitmen dalam pemberdayaan yang dilakukan oleh UMY. Desa Imorenggo ingin menjadikan pantai Trisik sebagai wisata pantai dengan penanaman cemara udang, agar nantinya pantai Trisik menjadi lebih teduh dan asri untuk menjadi wisata pantai tidak gersang seperti sekarang.

penanaman cemara udang oleh pejabat Kulon Progro.

Tidak hanya 1.000 batang Cemara Udang yang akan dihibahkan, bisa lebih jika nantinya pohon yg dihibahkan oleh PKBL Phapros kepada masyarakat Imorenggo itu tumbuh dengan baik. Bahkan masyarakat Imorenggo ditantang untuk 1.000 pohon yg telah dihibahkan untuk ditandingkan antar RT.

Setahun lagi, Phapros akan menilai dan memberikan tanaman pohon yang dibutuhkan bagi yg tanaman pohon Cemara Udangnya tumbuh dg baik, tantangannya.

Dengan terwujudnya wisata pantai Trisik, perekonomian masyarakat desa Imorenggo akan terangkat secara otomatis, semoga

arak-2an sedekah laut

penyerahan pohon mangrove kepada DanLanumad A. Yani

SEMARANG – Abrasi pantai yang mengkhawatirkan di Kota Semarang, membuat berbagai pihak turun tangan. Bila tidak segera diatasi dengan penghijauan, dikhawatirkan beberapa wilayah pantai akan berkurang serta merusak ekosistem. Hal ini disampaikan Dan Lanumad Ahmad Yani Semarang, Kol CPN Catur Puji Santoso saat penanaman 55.000 mangrove di Pantai Maron, Bantaran Lanumad  Ahmad Yani, Sabtu (12/11).

Di hadapan peserta upacara yang terdiri atas Wali Kota, Muspida, anggota TNI,  Pramuka, siswa SMK Penerbangan dan masyarakat pesisir Pantai Maron, pihaknya berpesan agar senantiasa menjaga lingkungan dengan terus menggalakkan penghijauan.

“Langkah menebang pohon harus diimbangi dengan penghijauan dan pemeliharaan. Jika tidak, ekosistem akan rusak. Melalui Bakti TNI, diharapkan masyarakat tergugah untuk ikut merawat serta menjaga garis pantai,” katanya.

Wali Kota Semarang Soemarmo HS yang ikut menanam mangrove, sangat mengapresiasi langkah TNI, pihak swasta,  dan warga sekitar.

menanam bersama wali kota H.Soemarmo HS

Menurutnya selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove bermanfaat untuk pewarna dan makanan. “Peran serta warga sangat kami harapkan untuk menjadikan pantai Semarang hijau dan terbebas rob,” tuturnya.

Phapros yang diwakili Direktur Keuangan PT Phapros, Sutiyono mengungkapkan, sejak 2009 pihaknya terus menambah mangrove untuk ditanam bersama masyarakat. Berdasar data, tahun 2009 telah tertanam 10.000 bibit, 2010 menanam 56.000 bibit, dan 2011 tertanam 75.000 bibit mangrove.

“Kami juga memberikan bibit mangga kepada seluruh karyawan, dua pohon/orang untuk ditanam di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Tahun berikutnya, PT Phapros menyiapkan lebih banyak lagi bibit tanaman. Selain menggandeng masyarakat, pihaknya berencana menggandeng industri lain di Semarang dan sekitarnya untuk menghijaukan pesisir.

“Pencanangan go green pemerintah, perlu dukungan semua pihak. Kami berharap, ada langkah bersama untuk mewujudkannya,” tandasnya. (rni, H55-61)

Sumber: Suara Merdeka

GambarGambarGambarGambarGambarGambar

Semua peserta panitia pengobatan gratis di dusun Siklenting serasa tidak berada di kepulauan Jawa, serasa didaerah Kalimantan,kurang lebih 1 (jam) perjalanan dengan perahu dari daratan Wedung. Sudah menjadi rutinitas PKBL Phapros melakukan aktivitas pengobatan gratis, sasaran yang dituju adalah daerah yang kurang atau tertinggal.

Kurang lebih 300 an warga Siklenting terlayani pengobatan gratis, walaupun program pemerintah sudah ada program pengobatan gratis, bagi masyrakat Siklenting masih menjadi beban berat bagi mereka, karena mereka minimal harus mengeluarkan uang transport sebesar kurang lebih Rp.15.000,- perjalanan pulang pergi ke Puskesmas.

Selain pengotan gratis, PKBL Phapros menghibahkan 2 ( dua ) set komputer untuk SD yang langsung disampaikan oleh perwakilan PKBL Phapros kepada Kepala Desa Wedung.

Ternyata di Jawa ini masih ada daerah yang terisolir juga, dalam hati merenung di perjalanan pulang.

direktur produksi Drs Iswanto Apt menyerahkan pohon Mangrove kepada SMAPALA SMAN 5 SMG

SEMARANG – PT Phapros Tbk bekerja sama dengan SMA 5 Semarang mengadakan penanaman 3.000 mangrove dan bersih pantai di Mangungharjo, Mangkang, Minggu (17/7).

Kegiatan dalam rangka corporate social responsibility (CSR) dan HUT ke-57 ini diikuti 50 karyawan Phapros dan 200 siswa SMA 5 Semarang.

Sebelumnya, karyawan Phapros dan jajaran manajemen yang merupakan anggota PhBC (Phapros Bicycle Community) antara lain Direktur Keuangan Sutiono SE dan Direktur Produksi Drs Iswanto Apt MM bersepeda dari kantor di Jl Simongan menuju Mangungharjo, Mangkang.

Gowes sejauh 35 km tersebut dimulai pukul 06.00 dilanjutkan penanaman

PhBC gowes

mangrove.

”Penanaman mangrove untuk mendukung program pemerintah dalam rangka penghijauan. Phapros sendiri, sampai akhir 2011 masih akan menanam sebanyak 75.000 pohon di berbagai lokasi,” jelas Sutiono di sela-sela acara.

kayawan Phapros & murid SMAN 5 SMG rame-2 menanam

Selain itu, lanjut dia, penanaman pohon dan bersepeda bersama sebagai wujud kepedulian lingkungan dan untuk mengurangi pemanasan global.

”Kegiatan kepedulian lingkungan terutama penghijauan seperti ini akan terus kami lakukan,” jelasnya. (G2-61)

Image

Sanitasi Lingkungan adalah hal utama agar lingkungan bisa sehat, minimal sarana transit pembuangan sampah harus tersedia disetiap tempat yang selanjutnya bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ).

Melihat kebutuhan akan hal itu,terutama dilingkungan PKBL Phapros, program pembagian tong sampah menjadi program, sesuai komitmen PKBL Phapros  dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pencapaian target MDG’s untuk Program Penyehatan Lingkungan,

Diawali dari lingkungan perumahan karyawan, lingkungan pabrik yang akhirnya melebar sampai kesetiap kelurahan diwilayah Kec Semarang Barat mendapat jatah tong sampah gratis dari PKBL Phapros.

Harapan kedepannya dengan tong sampah itu menjadikan masyarakat lebih peduli dengan lingkungan.Tidak membuang sampah pada tempat.sehingga tujuan program penyehatan lingkungan bisa terwujud. Amin.

foto bareng sebelum disunat.

Hari-hari sibuk pada bulan Juni-Juli sudah menjadi rutinitas PKBL Phapros, agenda khitanan massal sudah menjadi acara dalam perhelatan HUT Phapros. Menginjak usia yang ke 57 tahun, beberapa anak yatim piatu dan anak-anak kurang mampu lingkup pabrik di khitankan massal, sebagai wujud kepedulian Phapros kepada lingkungan.

60 anak yang di khitankan menjadikan suasana seru, tangis anak dan bujuk rayu orang tua mewarnai keseruan acaranya. Ada yang sudah dibujuk dengan segala macam tetep saja nangis ketakutan, padahal belum disunat. Akhirnya bapaknya yang menyerah, anaknya tidak jadi khitan. Piye jal..?

berita terkait : SM

Sebagai daerah endemi karena memang daerah kawasan kumuh dan sudah merenggut nyawa 2 orang disekitar kawasan pabrik, pelaksanaan fogging kembali digelar oleh CSR Phapros Peduli dengan kerjasama Puskesmas Ngemplak Simongan untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah ( DB ), dengan 2 kali fogging dalam 1 minggu agar nyamuk bener2 mati. Ada 8 titik daerah yang di fogging, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebanyak 12 titik daerah.

Sebenarnya DB bisa diatasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ), berhubung masyarakat sendiri yang tidak peduli dengan PHBS, ya begitulah jadinya. Tiap tahun selalu terjadi kejadian luar biasa akibat DB terulang . Selain dengan 3 M yang sudah hapal dikepala kita tetapi tidak pernah ditindak lanjuti, dan masih juga terbiasa dengan perilaku menggantungkan pakian kotor bertumpuk-tumpuk. Padahal  itu merupakan sarang nyamuk . Dengan melakukan 3 M tiap minggu dan tidak membiarkan pakaian kotor digantung tiap harinya, akan sedikit banyak mengurangi berjangkitnya penyakit DB, dengan melakukan hal tersebut akan memutus rantai siklus nyamuk Aides Agypti. Bagaimana dengan perilaku anda. Waspadalah..!

Simongan dan Bongsari di Fogging

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.