Sebagai daerah endemi karena memang daerah kawasan kumuh dan sudah merenggut nyawa 2 orang disekitar kawasan pabrik, pelaksanaan fogging kembali digelar oleh CSR Phapros Peduli dengan kerjasama Puskesmas Ngemplak Simongan untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah ( DB ), dengan 2 kali fogging dalam 1 minggu agar nyamuk bener2 mati. Ada 8 titik daerah yang di fogging, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebanyak 12 titik daerah.
Sebenarnya DB bisa diatasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ), berhubung masyarakat sendiri yang tidak peduli dengan PHBS, ya begitulah jadinya. Tiap tahun selalu terjadi kejadian luar biasa akibat DB terulang . Selain dengan 3 M yang sudah hapal dikepala kita tetapi tidak pernah ditindak lanjuti, dan masih juga terbiasa dengan perilaku menggantungkan pakian kotor bertumpuk-tumpuk. PadahalĀ itu merupakan sarang nyamuk . Dengan melakukan 3 M tiap minggu dan tidak membiarkan pakaian kotor digantung tiap harinya, akan sedikit banyak mengurangi berjangkitnya penyakit DB, dengan melakukan hal tersebut akan memutus rantai siklus nyamuk Aides Agypti. Bagaimana dengan perilaku anda. Waspadalah..!





Lautan manusia dengan pakaian putih merah menyemut keluar pabrik untuk jalan sehat menuju jl.Pamularsih . Sesampai di pabrik permaianan pertama yang dibuka adalah Menangkap ikan dan Memancing, serta penarikan doorprize jalan sehat.
Tujuh anak lelaki , dengan seragam baju koko dan sarung yang masih bau toko, mengawali sunatan massal di ruang Avicena. Awal mulanya dengan tenang mereka naik tempat kasur, setelah dokter mengeluarkan jarum suntik dan peralatannya, muka mereka mulai memucat. Tidak sampai 10 menit kemudian ruangan mulai ada konser tangis dan bujuk rayu. Dan kehebohan terjadi dengan adanya yang ukuran super jumbo.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 52 tanggal 21 Juni nanti, panitia bekerjasama dengang CSR Phapros Peduli mengadakan kegiatan sosial, donor darah diruang Avicena dan Pengobatan gratis di desa Rowosari dan pabrik.
mengadakan pengobatan gratis bagi warga. Dalam pengobatan gratis di Rowosari, ditemukan kasus Gizi Buruk. Selama ini di Kota Semarang sudah ditemukan kasus Gizi Buruk sebanyak 15 kasus, 2 pasien tidak tertolong. Dengan melihat kondisi secara visual dan ciri-ciri tertentu anak yang kekurang gizi atau Gizi buruk bisa diketahui, selain dengan
Minggu ke 2 tiap hari Jum'at setiap bulannya menjadi rutinitas pemeriksaan posyandu bagi masyarakat sekitar pabrik.Selain pemeriksaan rutin dengan penimbangan balita, juga imunisasi.
Kartu Menuju Sehat ( KSM ) dibawa sebagai medical record waktu penimbangan, bisa sebagai barometer
pertumbuhan balita dari bulan ke bulan.Jika kurvanya semakin turun atau flat, bisa langsung disimpulkan bahwa balita tersebut gizinya buruk. Maka biasanya setelah penimbangan diberikan makanan tambahan . standar makanannya adalah empat sehat lah.Ada buahnya so pasti.
Imunisasi bagi keluarga yang tidak berpunya adalah sesuatu yang mahal. Posyandu setidaknya telah menyiapkan generasi sehat menuju produktifitas. Bagaimana dengan lingkungan anda….? posyandunya aktif atau ……
Keprihatin atas aktifitas Gunung Merapi yang terus berlanjut dan antisipasi hujan abu yang akan ditimbulkannya, dan dari hasil survei langsung dilapangan dari Bapak Haryanto selaku direktur utama, meminta CSR Phapros Peduli untuk menyumbang obat-obatan yang dibutuhkan para korban bencana Gunung Merapi.