Dirkeu Phapros, Sutiyono SE membuka acara pelatihan.

SEMARANG- PT Phapros Tbk berencana menggandeng BUMN lain untuk mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Jateng melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL melalui pinjaman kredit lunak dengan bunga 6 persen per tahun tersebut dinilai akan lebih mendukung eksistensi UKM bila dikelola secara bersinergi.

Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan PT Phapros Tbk yang juga penanggungjawab PKBL Sutiyono SE di sela-sela penyaluran dana kemitraan dan pelatihan manajemen keuangan bagi mitra binaan di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (24/12).

Motivator Rini Juni Astuti,SE, M.Si dengan peserta pelatihan

”Kami yakin bersinergi dengan BUMN lain yang juga memiliki alokasi dana PKBL, khususnya untuk permodalan UKM ini akan sangat menunjang bagi makin majunya UKM di Jateng ini,” jelasnya.

Namun demikian, Sutiyono menggarisbawahi, rencana ini akan dilakukan apabila pengelolaan dana PKBL maupun pembinaan bagi para mitra UKM di Phapros sudah berjalan baik. Dalam setahun terakhir, PT Phapros masih terus melakukan pembenahan dan mencari formula terbaik untuk pengembangan UKM. Selain itu, pihaknya akan terus memaksimalkan dana pinjaman bergulir ini termasuk pengembaliannya.

”Jadi, tidak sekadar memberikan pinjaman, tapi lebih dari itu, ada semacam pendampingan yang intens,” jelasnya.

Tahun depan, lanjut dia, beberapa program yang akan dilakukan selain menambah jumlah penyaluran pinjaman, adalah meningkatkan kualitas debitor dengan memberikan pelatihan melalui seminar-seminar. Pelatihan meliputi soal motivasi usaha, pembukuan secara sederhana dan mengikutkan ke pameran-pameran berskala lokal maupun nasional.

”Rencananya tahun depan dana PKBL untuk mitra binaan ini sekitar Rp 3,5 miliar,” jelasnya. Sepanjang 2011, perusahaan farmasi yang berproduksi di Jl Simongan Semarang ini telah menyalurkan pinjaman lunak Rp 3 miliar bagi ratusan UKM.(G2-77)

Sumber : Suara Merdeka.