info


Sebagai daerah endemi karena memang daerah kawasan kumuh dan sudah merenggut nyawa 2 orang disekitar kawasan pabrik, pelaksanaan fogging kembali digelar oleh CSR Phapros Peduli dengan kerjasama Puskesmas Ngemplak Simongan untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah ( DB ), dengan 2 kali fogging dalam 1 minggu agar nyamuk bener2 mati. Ada 8 titik daerah yang di fogging, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebanyak 12 titik daerah.

Sebenarnya DB bisa diatasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ), berhubung masyarakat sendiri yang tidak peduli dengan PHBS, ya begitulah jadinya. Tiap tahun selalu terjadi kejadian luar biasa akibat DB terulang . Selain dengan 3 M yang sudah hapal dikepala kita tetapi tidak pernah ditindak lanjuti, dan masih juga terbiasa dengan perilaku menggantungkan pakian kotor bertumpuk-tumpuk. PadahalĀ  itu merupakan sarang nyamuk . Dengan melakukan 3 M tiap minggu dan tidak membiarkan pakaian kotor digantung tiap harinya, akan sedikit banyak mengurangi berjangkitnya penyakit DB, dengan melakukan hal tersebut akan memutus rantai siklus nyamuk Aides Agypti. Bagaimana dengan perilaku anda. Waspadalah..!

Simongan dan Bongsari di Fogging

pemeriksaan gratisPengalaman CSR Phapros sewaktu Tsunami Aceh dan Gempa Jogya Jawa tengah, mempercepat gerak dalam pendirian Posko Dapur Umum dan Kesehatan. Dengan menggandeng rekan marketing Phapros cabang Jakarta dan PKBL RNI, Senin pagi tanggal 5 Posko CSR Phapros Peduli sudah berdiri di daerah Kebun Singkong Jl.I gusti Ngurah Rai, Kelurahan Cipinang tepatnya SMA 12 Jakarta Timur. Posko Dapur Umum dengan melibatkan ibu PKK yg tidak kena bencana untuk menyediakan ransum makan siang dan malam untuk 10 RT yang jumlah warga tercatat resminya 4000 orang yang terkena banjir. Dikomandoi oleh ibu RW, dapur CSR Phapros Peduli sedikit meringankan beban warga daerah tersebut. Posko Kesehatan 70 % yang datang pasien anak-anak. dr.Stephen kelihatan sangat capek sekali, karena harus menangani 120 pasien/ hari sendirian.

CSR Phapros Peduli juga mendirikan Posko kesehatan daerah Kota Bambu Utara I kelurahan Tanah Abang, sebanyak 750 KK, walaupun awalnya ditegur oleh Puskesmas ( PKM ) setempat, dengan alasan tidak berkoordinasi dengannya. Dengan 3 dokter yang CSR Phapros siapkan, pasien sebanyak 283 orang dan didukung rekan Phapros yang Apoteker serta Assisten Apoteker, kelancaran kegiatan posko pada hari itu nyata sekali.

CSR Phapros Peduli juga memberikan 500 kaos kepada para korban banjir Cileduk Indah yang sebagian karyawan RNI tinggal disana dan 500 kaos korban banjir Kota Bambu Utara I, Tanah Abang.

Tidak ada kata selain ucapan terima kasih sebesar2 kepada Mbak Widati Hamid, Tarmizi dan Bambang Wahyu yang telah memobilisasi pasukan rekan cabang Jakarta untuk mendukung kelancaran kegiatan CSR Phapros Peduli.

foto bareng sebelum sunatTujuh anak lelaki , dengan seragam baju koko dan sarung yang masih bau toko, mengawali sunatan massal di ruang Avicena. Awal mulanya dengan tenang mereka naik tempat kasur, setelah dokter mengeluarkan jarum suntik dan peralatannya, muka mereka mulai memucat. Tidak sampai 10 menit kemudian ruangan mulai ada konser tangis dan bujuk rayu. Dan kehebohan terjadi dengan adanya yang ukuran super jumbo.

“Kecil-kecil udah segini,gimana entar gede ya….? tanpa sadar panitia perempuan nyletuk.

Mungkin karena menahan rasa takut, ada 2 anak yang sampai muntah-muntah dan mukanya bener-bener pucat pasi,udah kayak bedakan saja. Ada juga yang orang tuanya malahan ngrepotin panitia,jatuh mau pingsan.jangan nangis ya....gak sakit kok.

dr.Bahrun cs hari itu telah mengkhitan 75 anak, tanpa ada yang kabur.Pengalaman tahun lalu ada yang kabur karena takut. Walaupun dengan acara tangis dan bujuk rayu orang tua,selesai juga.

Semoga dengan khitanan massal ini, sedikit meringankan beban masyarakat sekitar dan terima kasih banyak kepada dr Barun Cs yang telah membantu terlaksananya acara ini, dalam rangka HUT 52 Phapros tbk.

Maju terus dan tetap Jaya Phapros.

serah terima dg Kadinkes SlemanKeprihatin atas aktifitas Gunung Merapi yang terus berlanjut dan antisipasi hujan abu yang akan ditimbulkannya, dan dari hasil survei langsung dilapangan dari Bapak Haryanto selaku direktur utama, meminta CSR Phapros Peduli untuk menyumbang obat-obatan yang dibutuhkan para korban bencana Gunung Merapi.

Antibiotik, tetes mata dan masker yang paling dibutuhkan kalau ada kejadian,ungkapnya.Karena dengan seringnya terjadi hujan abu, akan mudah sekali menjadikan orang rentan terhadap penyakit saluran pernafasan.pemeriksaan sumbangan

Helmi Wahyudi selaku Area Manager pemasaran wilayah Jogya dan sekitarnya mewakili CSR Phapros Peduli menyerahkan langsung sumbangan obat-obatan kepada Dinas Kesehatan Sleman, diterima langsung oleh dr Sunartono MKes selaku Kadinkes.

Semoga kegiatan Gunung Merapi cepat berhenti, dan tidak menimbulkan korban nyawa, amin

Sambutan dari Direktur Keuangan Bpk Erlangga TPDengan melibatkan Serikat Pekerja dan Juga SDM, CSR Phapros Peduli menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan.Dari target 150 peserta, 128 peserta yang melakukan regestrasi ulang.Ya boleh dikata sudah baik,karena pelatihan ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh CSR Phapros Peduli.

Tiga ( 3 ) lingkup aspek utama sebagai pijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL ) yang menamakan dirinya sebagai CSR Phapros Peduli, yaitu aspek Pembinaan, aspek Sosial dan aspek Bisnis, ujar Direktur Keuangan,Bapak Erlangga pada kesempatan membuka acara seminar sehari tanggal 3 Juni 2006 kemarin.

Dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag ) mengisi kegiatan ini dengan "Kewirausahaan",yang disampaikan oleh bapak Soeprapto.Dengan gaya bahasa humoris dan informatif dalam menyampaikan paparan yang ada dan peluang-peluang bisnisnya,membuat para peserta antusias mendengarkan.Bapak Soeprapto tidak pelit dalam memberikan kiat ataupun bagaimana mencari sumber dana untuk membesarkan atau memulai usaha.

Disesi kedua lebih semarak lagi dengan penyampaian lebih aktratif dengan melibatkan peserta dalam presentasinya,dibawakan oleh Bapak H. Darwito pemilik Lia Galery dari Mitra Binaan CSR Phapros Peduli.Dari seorang tentara langit ( Satpam ) menjadi kepala BPR dan menjadi Satpam lagi sampai jadi seperti sekarang ini,diceritakan dengan gaya aktratif oleh sang pemilik Lia Galery.

Awalnya adalah hobby,kelamaan jadi lahan bisnis.Time is Money prinsip yang diyakini oleh Ibu tiga anak ini,Nining Kusriningsih SE pemilik Nining Collection.Dimanapun berada selalu promosi dan promosi juga tidak pernah ketinggalan kartu nama,dalam kesehariannya.Rahasia bagaimana mengelola karyawan disampaikan juga disesi ketiga.Dan juga mengajak karyawan Phapros bisa menjadi chanel agen produk Nining Collection dengan imbalan 10%.Para peserta mendapat kesempatan melihat peragaan bagaimana membuat kerajinan tudung saji yang menjadi andalan penjualan dalam setiap pameran kerajinan.Satu truk tudung saji yang dibawa kepameran tidak pernah tersisa,katanya.peragaan pembuatan tudung saji

Harapannya penyelenggaraan seminar ini tidak berhenti disini saja dan hanya sebagai wacana, kedepannya bisa berlanjut dengan terciptanya para wirausaha-wirausaha baru.Insya Allah